fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

TRADISI minum kopi ternyata menjadi tren baru berbagai kalangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Tak hanya menyasar kawula muda, tradisi minum kopi juga ternyata menjadi tren tersendiri bagi kalangan tua di daerah itu.

Ambangdotco, GAYA HIDUP – Pohon Kina ternyata telah lama digunakan sebagai obat untuk mengatasi demam oleh penduduk Amerika. Di Indonesia, pohon kina banyak tumbuh di Jawa Barat. Ini berawal dari abad ke-17 saat orang-orang Eropa mulai sadar akan khasiat pohon kina.

Pohon kina disebut-sebut dapat menjadi solusi untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona atau istilah medisnya bernama Covid-19. Hal ini karena pohon kina memiliki kandungan yang sama dengan chloroquine yang berdasarkan penelitian di Tiongkok, bisa mengobati pasien corona.

BACA JUGA :

Tanaman dengan nama latin Cinchona pubescens ini disebut berasal dari lereng pegunungan Andes yang berada di sekitar Peru dan Ekuador.

Namanya diambil dari nama seorang putri kerajaan, yakni Putri Cinchon yang konon menderita penyakit malaria dan sembuh karena pohon kina. Berikut ini khasiat pohon kina yang berhasil dirangkum redaksi Ambangdotco dari manfaat.co.id:

pohon kina merah. (ilustrasi)

Menurunkan demam

Kulit pohon kina bisa dimanfaatkan sebagai penurun demam, jika anda atau anak anda mengalami demem tidak usah khawatir dan pergi ke mencari obat, cukup manfaatkan kulit pohon kina sebagai obatnya. Caranya cukup mudah, bersihkan kulit kina kemudian rebuslah. Tunggu hingga dingin kemudian seduhlah.

Menyehatkan jantung

Kita juga bisa memanfaatkan pohon kina sebagai penjaga kesehatan jantung kita. senyawa alkkanoid yang ada di pohon kina snagat efektif dalam melindungi jantung dari berbagai gangguan tertuama ketika pembekuan darah, senyawa ini berperan untuk menghilangkap bakteri atau kuman yang menumpuk di pembuluh darah.

Menyembuhkan penyakit malaria

Sudah tidak asing bahwa pohon kina bisa digunakan sebagai obat malaria. Mayoritas orang mengkonsumsi pohon kina untuk mengobati penyakit malaria. Kandungan alkaloid yang ada di dalam kulit pohon kini yaitu berupa alkaloid kinine sangat efektif dalam penyembuhan penyakit malaria.

Melindungi kulit dari serangan jamur

Kulit pohon kina sangat baik sebagai pelindung kulit dari debu, kuman dan pancaranm matahari serta kondisi lembab, karena sifatnya yang antijamur sanagt baik untuk perlindungan kulit.

Penambah nafsu makan

Jika anak anda sulit makan, anda bisa gunakan kulit pohon kina atau ekstraknya yang dicampu dengan manfaat sayuran sehingga anak anda akan bersemangat untuk mekan dan memiliki nafsu makan yang tinggi.

Mengobati influenza

dengan meminum rebusan air dari kulit pohon kina, penyakit influenza bisa teratasi. Kandungan zat kimia yang ada di dalam kulit pohon kina akan bereaksi melawan kuman dan bakteri penyebab influenza

Mengatasi kanker

Sifat anti inflamasi yang dimiliki oleh pohon kian, snagat cocok untuk digunakan sebagai penangkal kanker. Dengan mengkonsumsinya secara teratur maka anda akan terlepas dari resiko terkena serangan kanker.

Mengatasi diare

Ternyata diare juga bisa diobati dengan menggunakan pohon kina, bagian yang dimanfaatkan adalah kulit kayunya. Dengan membuat ramuan dari air rebusan kulit kayu kina, kemudian meminumnya maka diare anda akan sembuh.

Obat flu burung

Pasti anda takut ketika amendengar penyakit flu burung, virus yang mematikan. Apabila anda terjankit flu ini, anda bisa gunakan kulit pohon kina untuk mengobatinya, anda bisa mengursir dan melenyapkan virus mematikan itu dengan pohon kina.

Ambangdotco, GAYA HIDUP – Sejumlah ucapan pujian dan belasungkawa mengalir deras setelah dr. Li Wenliang tutup usia. Dia dianggap menjadi pahlawan di tengah kepanikan masyarakat China terhadap virus mematikan yang sudah merenggut nyawa 636 orang.

Ambangdotco, GAYA HIDUP – Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) China menyatakan ada 49 pasien yang terinfeksi Virus Corona sudah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Dikutip dari laman China Daily, Komisi Kesehatan Kota Shanghai menyatakan, seorang perempuan 56 tahun yang terinfeksi virus baru itu telah berhasil sembuh. Ia menjadi orang pertama di Shanghai yang dibolehkan pulang dari rumah sakit sejak wabah Virus Corona merebak.

BACA JUGA : Hasil Tes Penerjemah Lion Air Negatif Virus Corona

Perempuan dengan marga Chen itu tidak menunjukkan gejala penyakit karena Virus Corona selama enam hari terakhir dan ketika diperiksa dua kali ternyata benar negatif. Tim kesehatan kemudian memutuskan dia dibolehkan pulang setelah menjalani karantina.

Pemerintah China, pada Kamis 23 Januari juga mengumumkan seorang pasien perempuan berhasil sembuh dan boleh pulang dari rumah sakit setelah 15 hari dirawat.

Perempuan itu diketahui tinggal di Beijing Distrik Daxing. Dia baru kembali ke Beijing dari Provinsi Hubei, pusat penyebaran Virus Corona.

Pada 8 Januari dia menunjukkan gejala demam, pusing, dan lesu. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ditan Beijing untuk menjalani perawatan dalam karantina.

Setelah didiagnosa dia terjangkit Virus Corona, lalu dirawat dan menjalani pengobatan hingga secara bertahap kembali sehat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dia memenuhi standar untuk dibolehkan pulang.

Pasien perempuan itu adalah orang ke-35 di China yang berhasil sembuh dari Virus Corona.

Dilansir dari Xinhua, hingga kini masih ada 2.684 pasien yang diduga mengidap penyakit infeksi paru-paru akibat Virus Corona. Total 23.431 orang yang melakukan kontak jarak dekat dengan pasien Virus Corona. Kata NHC, seraya menambahkan bahwa 21.556 di antaranya sedang dalam observasi medis, sementara 325 lainnya dibolehkan pulang.

Menurut statistik dari Komisi Kesehatan Nasional, 34 pasien sudah disembuhkan dan dibolehkan pulang dari rumah sakit pada Kamis tengah malam. Mereka adalah 31 orang di provinsi Hubei, termasuk 28 orang berada di Wuhan, dua di Shenzhen, provinsi Guangdong dan satu di Provinsi Zhejiang.

Dua pasien yang sudah sepenuhnya sembuh di Shenzhen dibolehkan pulang dari rumah sakit pada Kamis sore. Mereka adalah pria 35 tahun yang masuk rumah sakit pada 16 Januari dan bocah laki-laki 10 tahun yang masuk rumah sakit pada 11 Januari.

Hingga Minggu (26/1/2020), 56 orang tercatat meninggal dunia di China akibat Virus Corona terbaru. Editor

 

Ambangdotco, GAYA HIDUP – Penggunaan rokok elektrik atau vape belakangan ini menelen korban jiwa. Di Texas, baru – baru ini remaja berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia lantaran cedera paru-paru. 

Penyakit paru yang ditimbulkan oleh penggunaan vape, kini oleh dunia medis telah menemukan nama resmi, untuk menyebut penyakit paru tersebut.

Apa Itu EVALI, Penyakit Yang Jadi Efek Samping Vape?

Dunia medis kini telah menemukan nama resmi, untuk menyebut penyakit paru yang diakibatkan oleh efek samping vape, yakni E-cigarette, or Vaping, product use Associated Lung Injury (EVALI).

Vaping sendiri adalah proses menghirup aerosol yang dibuat dengan memanaskan cairan yang mengandung berbagai zat, seperti nikotin, cannabinoid, zat perasa, dan zat aditif.

Nama ini diberikan oleh badan kesehatan masyarakat Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setelah ada ribuan orang yang terjangkit penyakit akibat efek samping vape, di Amerika Serikat.

Gejala Penyakit EVALI

Sama seperti kondisi medis lainnya, EVALI juga memiliki gejala, yang ternyata mirip dengan banyaknya penyakit paru-paru, seperti:

Dalam kasus terparahnya, penyakit EVALI juga bisa menyebabkan kematian. Per tanggal 7 November 2019 silam saja, dari 2.051 kasus penyakit karena vape, 39 di antaranya berujung pada kematian.

EVALI Disebabkan Bahan Suplemen Perawatan Kulit

Saat sedang meneliti tentang EVALI, CDC pun melakukan studi dan mengambil sampel dari 29 pengidap EVALI. Ternyata, vitamin E asetat berkontribusi signifikan terhadap penyakit EVALI.

Biasanya, vitamin E asetat digunakan untuk suplemen atau perawatan kulit. Dalam kasus-kasus tersebut, vitamin E asetat aman untuk digunakan.

Namun, ketika vitamin E asetat dihirup melalui vape, akhirnya fungsi paru-paru normal, akan terganggu.

Banyaknya produk e-juice atau liquid yang digunakan sebagai perisa vape, pihak CDC dan Food and Drug Administration, masih kesulitan untuk menemukan penyebab lebih lanjut dari EVALI.

Pemeriksaan pada pasien yang terjangkit EVALI, menemukan penggunaan nikotin, tetrahydrocannabinol (THC), hingga minyak cannabinoid (CBD). Dari semua pasien yang datang karena EVALI, 75-80% dari mereka, mengaku menghirup THC, 58% menggunakan nikotin, 15% menggunakan nikotin, namun tidak dicampur dengan THC. Sementara itu, 13% yang lainnya, mengaku hanya menggunakan produk yang mengandung nikotin, sebelum gejala EVALI datang.

Selain itu, vitamin E asetat juga ditemukan dalam sampel pada sebanyak 29 pasien EVALI. Biasanya, vitamin E asetat ditemukan dalam THC, yang akhirnya dianggap sebagai salah satu penyebab banyaknya korban EVALI yang terus bertambah.

Hentikan Pengunaan Vape Mengandung THC

Banyak oknum tak bertanggung jawab, yang menjual dan menggunakan vitamin E asetat, ke dalam liquid vape, dalam jumlah banyak. Hal itu, menurut CDC, dilakukan karena sang penjual tidak mau rugi, karena menggunakan terlalu banyak THC untuk mencairkan bahan, dalam produknya. Akibatnya, orang-orang yang telah membeli produk tersebut, merasakan kerugiannya, karena menghirup vitamin E asetat, ke dalam paru-paru.

Sampai saat ini, belum jelas pengaruh vitamin E asetat, dapat merusak paru-paru. Namun diperkirakan, vitamin E asetat “menyelimuti” paru-paru, sehingga organ tubuh yang sangat penting ini, tidak bisa bertukar oksigen. Kemudian, di saat paru-paru berusaha untuk membersihkan minyak vitamin E asetat itu, peradangan muncul, yang akhirnya menghambat proses pernapasan.

CDC menegaskan, masih banyak penelitian yang harus dilakukan, untuk melihat kemungkinan adanya zat lain dalam liquid vape, selain vitamin E asetat, yang bisa merusak paru-paru. CDC yakin, bisa saja ada lebih dari satu penyebab, yang mengakibatkan vape merusak paru-paru. Editor