fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Suhendro Boroma Beserta Rakyat Boltim, Melawan Hoax Dan Fitnah

HENDRO BOROMA BESERTA RAKYAT BOLTIM, MELAWAN HOAX DAN FITNAH

Sekencang apapun kebohongan berlari, kebenaran akan sanggup melampaui…

Pertarungan politik kerap melahirkan kegaduhan. Mengganggu dan merusak konsentrasi rakyat, yang kini sedang menghadapi banyak masalah. Pada faktanya, rakyat saat ini berhadapan dengan problem genting. Mulai dari soal Pandemi Covid-19, kesulitan ekonomi, hingga gonjang-ganjing politik.

Tetapi di tengah kerumitan itu, selalu muncul kebohongan dan dusta yang luar biasa. Orang-orang yang waras, tentu akan memilih sikap bijak. Tak terpengaruh. Berpikir jernih. Masalahnya saat ini berbagai perangkat komunikasi justru menjadi panggung terbuka bagi para pendusta. Menyerang pihak lain. Mengolok-olok. Menyebar dan merekayasa berita palsu.

Pilkada di Boltim pun tak lepas dari suasana itu. Sejatinya kontestasi Pilkada adalah ajang menampilkan gagasan. Menjadi wadah mengadu argumentasi. Mengangkat isu-isu publik yang dibutuhkan. Mendorong perubahan ke arah lebih baik. Serta mengkampanyekan politik yang cerdas bermartabat.

Syukur moanto… permainan celaka itu ternyata tak terlalu berpengaruh. Masih banyak rakyat waras yang memilih cerdas. Sedikit saja sebenarnya para pihak yang terlibat dalam membuat provokasi.

BACA JUGA:

Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit, sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Boltim, tegas menentukan sikap. Keduanya berada pada garis lurus. Melakukan pendidikan politik yang santun, bermartabat, dan mengedepankan ahlak. Bukan hanya tidak akan terlibat dalam kampanye hitam serta propaganda dusta. Melainkan melawan semua rekayasa fitnah dan kebohongan.

Mengapa?

Pertama, setiap gelontoran dusta dan fitnah selalu melebar ke mana-mana. Jika didiamkan, resikonya akan dianggap benar. Atau justru diramaikan. Menjadi bahan pergunjingan. Ini tak sehat. Rakyat butuh informasi factual, akurat, serta mengandung solusi atas permasalah di Boltim.

Kedua, rakyat Boltim saat ini menghadapi sejumlah persoalan mendasar, yang berkaitan dengan kemaslahatan bersama. Mulai dari soal pertumbahan ekonomi; keluhan petani; persoalan nelayan; masalah sampah; sulitnya akses terhadap kesehatan; perhatian terhadap kaum miskin; terbatasnya lapangan kerja; dan banyak lagi. Isu-isu ini jauh lebih penting didiskusikan. Bukan malah meramaikan opini publik dengan olok-olok, hinaan, dan caci maki.

Ketiga, dusta dan fitnah adalah kejahatan. Kejahatan harus dilawan. Kecil atau besar, tindak menyebarkan dusta dan kebohongan adalah teman dari kejahatan. Pranata hukum dan tertib sosial akan rusak jika kita permisif (membiarkan) tindakan culas berlangsung terus menerus. Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit, memutuskan mengikis habis penyakit anti kebenaran ini.

Keempat, perilaku dusta dan kampanye fitnah adalah penyakit sosial akut. Merusak norma dan nilai-nilai kemanusiaan. Tertib sosial, harmoni, dan perdamaian sulit terwujud jika terjadi pembiaran terhadap praktek keji seperti itu.

Saat ini titik sasar propaganda bohong itu memang terarah ke kubu Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit, tetapi bisa jadi lain waktu ke pihak lain. Itikad Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit melawan semua itu patut kita dukung, agar tertib sosial bisa tercipta.

Itulah beberapa poin argumentasi untuk melawan Hoax dan Fitnah. Memang pada dasarnya, bisa saja kubu Suhendro – Rusdi memilih diam, atau bahkan memanfaatkan situasi. Tetapi itu adalah pikiran licik dan memancing di air keruh. Sebab pilihan yang benar adalah melakukan yang terbaik untuk masyarakat Boltim. Termasuk melawan penyebaran hoax dan dusta. ***

 

Penulis: Arifin Labenjang, (Jurnalis Senior, Pengamat Komunikasi Politik)