fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Sehan Salim Landjar Unggulkan 3 Program Sejahterahkan Petani Sulut

3 Program Sehan Salim Landjar Sejahterahkan Petani Sulut

Ambangdotco, BOLTIM – Sehan Salim Landjar tampaknya punya alasan tersendiri memilih maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) 2020.

Diwawancarai jurnalis Ambangdotco, Sehan Salim Landjar mengaku memiliki segudang gagasan yang ingin dia aplikasikan bersama Christiany Eugenia Paruntu (CEP), bila keduanya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Saya dan Ibu Tetty, berangkat dari kesamaan visi membesarkan Sulawesi Utara sebagai Bumi Nyiur Melambai. Utamanya, peningkatan ekonomi kecil yang menjadi komoditas dominan di Sulut. Itu tolak ukurnya,” ucap Eyang sapaan khas Sehan Salim Landjar.

Tidak dinyana, pria kelahiran Desa Togid, Kecamatan Tutuyan pada 57 tahun silam ini, mengerucutkan tiga gagasan ekonomi sektoral yang dipersembahkan untuk masyarakat kecil.

“Saya ini berangkat dari keluarga petani. Segala profesi juga pernah saya geluti, mulai jadi petani, penambang hingga nelayan. Tentu ketiga hal ini paling saya pahami karena sudah lama saya cicipi,” sentil Eyang.

BACA JUGA:

Pastinya, lanjut Eyang, ketiga sektor itu perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah propinsi. Karena komoditas ini menjadi penopang ekonomi unggulan yang wajib mendapat sentuhan tangan lewat kebijakan.

“Kedepan harus didampingi oleh badan usaha perseroan. Mirip Bank Sulut-Go. Tujuannya, perseroan itu agar pemerintah di kabupaten/kota dapat memberikan penyertaan modal sebagai penguatan dan diawasi oleh auditor eskternal yang kredibel,” tutur Eyang.

Menurut dia, tujuan pendirian badan usaha ini dapat menjadi sebuah lembaga yang nantinya dipercayakan menjaga harga komoditas unggulan hasil pertanian, perkebunan dan kelautan, semisal kopra, cingkeh ataupun hasil holtikultura.

“Jadi badan usaha ini perseroan. Tujuannya untuk mematok harga terendah komoditas pertanian perkebunan dan kelautan. Bila harga naik maka harganya dilepas. Tapi harga rendah, harganya kita tahan pada kisaran rasional Rp75 ribu dari harga beli pasaran,” bebernya.

Sedangkan pada komoditas kopra, tambah Eyang, minimal refaksi 8 persen pada angka Rp600 ribu per 100 kilogram. Dasar ini disesuaikan dengan keseimbangan biaya olah, sehingga masih mendapat 55 persen keuntungan dari pemilik kelapa.

“Pemerintah dapat mengintervensi ini dengan mematok harga terendah lewat badan usaha yang dibentuk. Badan usaha ini lebih profit oriented tapi sasarannya lebih menyentuh ke domain sosial,” paparnya.

Berikutnya, sambung Eyang, sektor pertambang menjadi sumber ekonomi sebagian besar masyarakat menggantungkan kebutuhan hidup mereka di situ. Tak ayal, kebijakan serupa akan ditempuh pasangan CEP-Sehan, melalui ijin usaha Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang menguntungkan para penambang.

“Kalau pemerintah boleh menerbitkan ijin kepada perusahaan tambang dengan skala besar, itu dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 dan PP Nomor 23 Tahun 2010 perubahan UU 11 Tahun 1967. Perlu dilihat, ada kewenangan pemerintah propinsi untuk memberikan jaminan kepada masyarakat penambangan tradisional dalam bentuk WPR, maksimum 25 hektar,” sentilnya.

Pastinya, bila CEP-Sehan dipercayakan oleh masyarakat Sulut, ia mengklaim, akan melegalkan pertambangan rakyat dengan cara memberikan ruang kepada masyarakat dengan WPR yang memperhatikan sistem tambang tradisional ramah lingkungan.

“Ini jauh lebih bermanfaat ketimbang diberikan ke perusahaan besar. Cara kerjanya harus tradisional tidak boleh pakai alat berat. Pertambangan rakyat sepanjang tidak dilegalkan oleh pemerintah, jangan heran masyarakat-masyarakat kita pasti akan berurusan dengan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Sehan Salim Landjar merupakan bakal Calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Christiany Eugenia Paruntu (CEP), bakal Calon Gubernur Sulut yang diusung Partai Golkar, PAN serta Demokrat. Nda