fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Perebutan AKD, PKB dan Gerindra Ogah Jadi Penumpang Gelap

Perebutan AKD DPRD Boltim

Ambangdotco, BOLTIM – Perebutan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bakal memanas. Disusul Partai Golongan Karya yang sudah dahulu mencaplok dua partai antara lain, Partai Perindo dan Partai Bulan Bintang (PBB) kedalam fraksi utuh.

Informasi yang berhasil dihimpun jurnalis Ambangdotco, beberapa partai pemilik satu kursi tak ingin kehilangan muka dalam perebutan AKD mendatang. Malah, adu siasat pembentukan fraksi di DPRD Boltim, tengah gencar dilakukan partai gurem.

Hal ini dibenarkan, Sofyan Alhabsyi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Boltim. Menurut dia, meski bermodal satu kursi, PKB tidak ingin gegabah dalam penentuan sikap perihal postur AKD sendiri. “Kami tidak ingin jadi penumpang gelap di fraksi utuh. Tetap, PKB bersama partai lain akan menyusun fraksi sendiri,” tegas Alhabsyi, Selasa (17/09/2019).

Legislator yang kini tercatat tiga periode menjalankan tugasnya di DPRD Boltim, mengaku optimis, mampu membentuk satu fraksi utuh bersama gabungan partai lain. “Ibarat kendaraan, lebih baik punya mobil sendiri tapi belinya ramai-ramai, ketimbang naik mobil punya orang lain,” sentil Alhabsyi.

Serupa dengan itu, Reevy Lengkong, politisi Gerindra punya visi yang sama dengan politisi PKB Sofyan Alhabsyi. Malah, ia tertarik menghidupkan kembali Fraksi Nasional Totabuan (F-Nato) notabene fraksi legendaris yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah.

“Saya punya pandangan yang sama dengan PKB. Kami sudah ada komunikasi dengan partai lain agar partai gabungan bisa membentuk satu fraksi utuh yang akan dinamakan Fraksi Nato,” ucapnya.

Pun demikian, Reevy mengaku, bila kepentingan fraksi tersebut semata-mata dalam perebutan AKD di DPRD Boltim. “Komitmen kami kepentingan partai di legislatif. Soal pemilukada, itu dibicarakan nanti,” pungkasnya.

Itu artinya, di DPRD Boltim baru dua partai yang tercatat sebagai fraksi utuh. Kedua partai itu, antara lain PAN dan Golkar. Nda