fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

KPU Boltim Perjuangkan Santunan Kecelakaan Kerja Badan Adhoc Pemilu

Santunan penyelenggara pemilu

Ambangdotco, BOLTIM – Kabar baik bagi siapa saja yang berminat menjadi badan adhoc penyelenggara Pemilu Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Pasalnya, KPU bakal mengalokasikan santunan kecelakaan kerja untuk badan adhoc dalam Pemilukada mendatang.

Hal ini terungkap, lewat santunan kematian yang diperjuangan Sekretaris KPU Boltim Arfan Palima, kepada petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Amin Ndunga, warga Modayag III, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas kepemiluan lalu.

“Total santunan yang diterima keluarga korban sebesar Rp36 juta. Dana itu langsung dibayarkan ke rekening pribadi keluarga. Jumlah yang kami bayarkan mengaju surat dari Menteri Keuangan RI Nomor: S-316/MK.02/2019,” ungkap Arfan, saat ditemui jurnalis Ambangdotco di ruang kerjanya, Senin (16/09/2019).

Mendatang, lanjut dia, hal serupa juga bakal diperjuangkan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal, cacat permanen, luka berat dan luka sedang selama menjalankan tugas kepemiluan.

“Santunan ini menjadi tanggungjawab negara yang dibayarkan lewat KPU. Ini mendorong integritas kinerja para penyelenggara pemilu di lapangan selama menunaikan tugas mereka,” tutur Arfan.

Penerima santunan kematian berdasarkan surat Menteri Keuangan RI. (Foto : KPU Boltim).

Menariknya, Arfan membeberkan, dana santunan tersebut diluar tanggungan biaya honor para penyelenggara. Sedangkan nominalnya, untuk santunan meninggal sebesar Rp36 juta, cacat permanen Rp30 juta, luka berat Rp16,5 juta serta luka sedang Rp8,250.000.

“Kebijakan ini tidak dianggarkan pada pemilu sebelumnya. Belajar dari pengalaman pemilu lalu, pada tahun anggaran yang sama langsung dibayarkan. Jadi, itu diluar dari biaya honor dan operasional mereka,” terang Arfan.

Lebih lanjut, mantan Kabag Humas Setda Boltim ini, menuturkan, konsekuensi santunan tersebut tidak lepas dari komitmen KPU dalam menciptakan pesta demokrasi rakyat yang bermartabat.

“Ini adalah resiko dari sebuah bangunan demokrasi yang kita pilih. Karena dari tangan-tangan para penyelanggara ini, akan melahirkan pemimpin yang nantinya memiliki kewenangan yang besar dan strategis, baik itu legislatif maupun eksekutif,” pungkasnya. Nda