fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

H2M Miliki Potensi Besarkan NU Sulut

Ambangdotco, MANADO – Teka-teka siapa yang bakal memimpin Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih menjadi tanda tanya. Bahkan beberapa nama yang muncul dianggap belum layak membesarkan NU di bumi nyiur melambai.

Teranyar, ada nama Hi.Herson Mayulu (H2M) yang diprediksi bakal ikut dalam kontestasi tersebut. H2M dianggap kader NU representasi wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR), yang notabene wilayah dengan jumlah warga muslim paling banyak di Sulut.

“Memang dinamika jelang konperwil NU Sulut akhir – akhir ini menarik. Saya cermati ada dua nama yang mencuat, yaitu Herson Mayulu dan Ulyas Taha. Dua - dua punya rekam jejak yang cukup teruji di NU,” kata Hi. Sarkawi Modeong, Ketua PC NU Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dihubungi jurnalis Ambangdotco, Kamis (11/07/2019).

Dalam pandangan Syarkawi, sepak terjang H2M di Sulut tak diragukan lagi. Buktinya, rekam jejak sejak menjabat sebagai kepala daerah di Bolsel dua kali berturut-turut merupakan contoh nyata kiprahnya selama ini. Terkini, H2M yang juga Rais Syuriah PCNU Bolsel ini terpilih sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

“Pribadi saya menilai, figur H2M sudah teruji. Beliau juga kawan lama saya. Memang organisasi sebesar NU butuh figur yang tepat dan berkomitmen membesarkan organisasi. Selebihnya, putusan siapa yang akan diusung kita lihat perkembangan. Nanti resminya juga akan dimusyawarahkan di internal PC NU Boltim,” ucap Sarkawi lewat polsel pribadinya.

Lain halnya, tanggapan dari tokoh muda NU, Rahmat Batalipu. Mantan Ketua GP Ansor Kota Kotamobagu dan Bualemo, Propinsi Gorontalo ini, punya harapan, siapapun calon yang akan bertarung nanti wajib menghibahkan diri membesarkan NU di Sulut.

“NU itu organisasi besar. Wajar juga dilirik oleh orang-orang besar. Akan tetapi, komitmennya satu, besarkan organisasi ini. Semua kader punya hak mencalonkan dan dicalonkan. Artinya  calon nanti harus punya kriteria istitha’ah atau mampu dan berkhidmah,” sentilnya.

Rahmat yang juga bendahara Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Kotamobagu, berkeyakinan pemilihan Ketua PWNU Sulut merupakan momentum tepat merawat Aswaja an Nahdliyyah. “Terpenting  yang dibutuhkan adalah komitmen menjaga paham Ahli Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) sebab Sulut adalah daerah yang majemuk. NU harus menjadi contoh islam yang teduh,” tukasnya. dhay