Patroli

Bantah Kasus Korupsi Dana Covid 2020 Mengendap? Begini Alasan Polres Boltim

Ambang.co – Dugaan kasus korupsi dana Covid-19 tahun 2020, sebesar Rp13 miliar di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terkesan menguap begitu saja.

Tentunya, lewat momentum Hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022, menjadi kilas balik penegakan berbagai kasus rasuah di wilayah timur Bolaang Mongondow.

Tak ayal, komitmen jajaran Korps Bhayangkara di tangan AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya SIK, menuntaskan berbagai kasus korupsi kembali menuai sorotan. Kabar terakhir, pemanggilan 81 sangadi (Kepala Desa,red) pada Maret 2022 lalu, bak hilang ditelan bumi.

Kasat Reskrim Polres Boltim, AKP Sahroni Derasyid memastikan, tidak ada kendala mengenai kelanjutan pemeriksaan dugaan kasus korupsi dana Covid-19 tahun 2020.

Ia mengatakan, banyak hal yang ditangani jajaran kepolisian Polres Boltim hingga akhirnya kasus tersebut seakan mengendap.

“Belum ada kendala, cuma lantaran banyak kasus kami tangani, sehingga kasus itu belum ada kelanjutan,” kata Sahroni kepada jurnalis baru-baru ini.

Kala ditanyai kelanjutan kasus Covid-19 tahun 2020 tersebut, Syahroni belum banyak membeberkan perkembangan kasus ini. “Hasilnya belum ada, masih kayak lalu,” kuncinya.

Sebelumnya, mantan Bupati Botim Sehan Salim Landjar, sempat menyoroti dugaan penyelewengan dana Covid-19 di akhir jabatannya.

Sehan juga merekomendasikan masalah tersebut lewat pemeriksaan khusus Inspektorat setempat tertanggal 12 November 2020.

Walhasil, dari hasil tersebut Inspektorat Daerah menemukan sejumlah kejanggalan terkait pengadaan item seperti beras, minyak goreng serta gula di Dinas Ketahanan Pangan.

Dari hasil Pemsus itu, mendapati berbagai bukti berupa kejanggalan pembayaran transportasi angkutan penyaluran bahan pangan ke seluruh desa.

Mirisnya lagi, bukti berikutnya berupa dukungan dokumentasi pada saat penyaluran hingga tidak adanya berita acara serah terima barang dari gudang ke desa.

Walhasil, merujuk pada hasil Pemsus Inspektorat Daerah tersebut, penyebab hingga dampak yang ditimbulkan dari persoalan tersebut, antara lain pengurus gudang yang tidak memberikan data secara lengkap dan sah terkait stok pangan di gudang.

Diperparah lagi, kelalaian PPTK yang kurang teliti dalam menyusun berkas pembayaran transport secara lengkap dan sah.

Diketahui, pengadaan bahan pangan Covid-19 tahun 2020 di Boltim, terdapat tiga perusahaan yang dipercayakan oleh pemerintah daerah setempat.

Ketiga perusahaan itu, yakni CV Atallah Jaya untuk pengadaan bahan gula sebanyak 60 ton dengan anggaran senilai Rp1.200.000.000, dengan Nomor Kontrak:01/D.19/DKP-Bmt/SPK/IV/2022, tertanggal 14 April 2020.

Berikutnya, PT Sumber Pangan Anugerah untuk pengadaan beras, minyak goreng serta ikan kaleng, senilai Rp.6.296.149.200, nomor kontrak:03/D.19/DKP-Bmt/SPK/IV/2022, tanggal 07 April 2020.

Terakhir, Bulog Manado yang ditunjuk pada pengadaan beras, minyak goreng serta ikan kaleng senilai Rp.2.611.400.000, dengan kontrak:01/D.19/DKP-Bmt/SPK/IV/2022, tertanggal 29 April 2020.

 

Penulis: Iskandar Zulkarnain Ahmad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button