Patroli

Ini Alasan Cabjari Dumoga Ajukan Restorative Justice Tersangkat HFT Secara Virtual

Ambang.co – Cabjari Dumoga Kejaksaan Negeri Kotamobagu, ajukan restorative justice pada tersangka berinisial HFT, dalam gelar perkara pengajuan persetujuan penghentian penuntutan secara virtual, pada Selasa (27/09/2022).

Hal itu didasari Peraturan Jaksa Agung RI Nomor 15 Tahun 2020 tanggal 02 Juli Tahun 2020, tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative.

Kacabjari Dumoga Edwin B Tumundo menerangkan, hasil gelar perkara disetujui untuk dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restorative.

“Karena itu, Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu Di Dumoga melakukan Keadilan Restorative (Restorative Justice) terhadap tersangka dengan inisial HFT terhadap korban sesuai pasal 351 ayat satu KUHP,” terangnya.

Dituturkannya, gelar perkara tersebut dihadiri Jaksa Penuntut umum (JPU) dilaksanakan bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Elwin Agustian Khahar SH MH.

“Terdapat tiga poin yang jadi acuan kami, yakni tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Berikutnya, ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari lima tahun. Disusul kesepakatan perdamaian antara tersangka dan keluarga korban, berbentuk surat perdamaian hingga respon positif masyarakat,” paparnya.

Selain itu, juga dihadiri Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Prima Poluakan beserta Jaksa Penununtut Umum pada Kejaksaan Negeri Kotamobagu.

Menurutnya, pengajuan persetujuan penghentian penuntutan yang digelar secara virtual tersebut dilakukan di hadapan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana diwakili Direktur Oharda pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum serta Jajaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.

Malah, pengajuan itu disaksikan jajaran Kejaksaan Agung hingga Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Edy Birton SH MH didampingi Asisten Tindak Pidana Umum.

Langkah Edwin itu, sejalan lewat Surat Perintah Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga, terkait Untuk Memfasilitasi Perdamaian berdasarkan keadilan restoratif Nomor Print 357/P.1.12.8/eoh.2/09/2022, tertanggal 19 September 2022.

“Kami selaku Kacabjari Dumoga, telah memaparkan perkara atas nama tersangka HFT. Pada intinya, telah memenuhi syarat untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice,” pungkasnya.

 

Penulis: Andra Laoh

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button