Patroli

9 Kasus Cabul Boltim Masuk Tahap Dua, Polres Limpahkan ke Kejaksaan

Ambang.co – Satuan Reskrim Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melimpahkan berkas tahap dua 9 kasus cabul ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu.

Kasat Reskrim Polres Boltim, Iptu Yus Tompoh SH mengungkapkan, 9 kasus cabul tersebut banyak didominasi pencabulan anak di bawah umur.

“Laporan yang kami tangani seperti, 2 kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, 3 kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur, 2 kasus kekerasan terhadap perempuan serta 1 kasus KDRT,” terangnya kepada jurnalis, Rabu (09/11/2022).

Selain itu, Ia membeberkan rincian 9 kasus cabul itu, berdasarkan perkara yang ditangani Unit II Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Boltim.

“Kasus-kasus itu yang sudah ditangani Unit II Reskrim Polres Boltim untuk periodik tahun 2022,” terangnya.

Menurutnya, sebaran 9 kasus cabul itu, tujuh diantaranya banyak terjadi di Kecamatan Tutuyan. Sedangkan sisanya, masing-masing satu kasus di Kecamatan Kotabunan dan Motongkat.

Dia mengatakan, tersangka ini melanggar Pasal 81 ayat 1 dan pasal 82 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Tahap dua diserahkan tersangka bersama barang bukti. Ini akan diserahkan setelah keluarnya P21 atau berkas perkara sudah lengkap dari Kejaksaan,” ucapnya.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Boltim pun berharap agar peran para orangtua memperhatikan pergaulan buah hati mereka agar terhindar dari aksi pencabulan orang terdekat.

Menurutnya, anak-anak masih butuh pengawasan dari orangtua. Perlindungan terhadap anak sebelum dia dewasa menjadi tanggung jawab orangtua.

“Sehingga kami mengharapkan semua orangtua di daerah ini, agar memperhatikan anak-anak mereka, karena terbukti saat ini kejahatan terhadap anak dilakukan orang-orang dekat,” pintanya lagi.

 

Penulis: Iskandar Zulkarnain Ahmad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button