fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Ular Berkaki di Riau, Ini Penjelasan LIPI

Ular Berkaki di Riau

Ambangdotco, RIAU –  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi Provinsi Riau, masih terus terjadi. Namun, di balik karhutla tersebut banyak menyimpan cerita dari para petugas yang melakukan pemadaman api.

Salah satunya yakni penemuan seekor ular berkaki yang ditemukan mati di lokasi karhutla di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau.

Karnivora sangat langka ini ditemukan petugas yang sedang melakukan pemadaman titik api. Jenis ular tersebut seperti king kobra. Ukurannya cukup besar dan panjang. Berita kejadian langka, ular berkaki ditemukan mati di lokasi karhutla Riau masih mendapat perhatian banyak pembaca.

Salah seorang anggota Manggala Agni Daops Rengat, Maidi membenarkan temuan ular berkaki mati tersebut. “Ya, ular berkaki ditemukan mati di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. Itu (ular) ditemukan di lahan masyarakat yang terbakar,” katanya dikutip laman Kompas.com, Kamis (19/09/2019) malam.

Dia mengatakan, ular langka tersebut ditemukan oleh petugas TNI AD dari Kodim 0302/Inhu, Rabu (18/09/2019) malam. Sebab, prajurit saat itu masih berada di lokasi karhutla hingga malam hari.

Sementara tim dari Manggala Agni Daops Rengat, terlebih dahulu pulang sebelum ditemukan ular tersebut. “Tim kami pulang duluan, karena sudah malam. Ternyata tim TNI menemukan ular berkaki mati di lokasi. Aku pun kaget setelah nengok videonya. Karena jarang ada ular berkaki,” kata Maidi.

Berkaitan dengan bangkai ular berkaki ini, ahli herpetologi (reptil dan amfibi) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, menegaskan, itu bukan ular berkaki tapi hemipenis ular. “Itu bukan kaki, itu adalah hemipenis dari ular ya. Hemipenis itu alat kelamin ular jantan,” tegas Amir, Jumat (20/9/2019). 

“Kalau manusia punya penis, ular jantan punya hemipenis,” imbuh Amir.

Amir menjelaskan, semua jenis ular jantan memiliki hemipenis. Berbeda dengan pria yang memiliki satu penis, ular jantan memiliki dua hemipenis yang terletak di pangkal ekor. “Semua ular jantan punya hemipenis, jadi ini bukan kejadian langka atau yang wah,” terangnya.

Untuk diketahui, hemipenis ular akan keluar pada saat ular kawin, saat ular masih hidup kemudian dipencet maka hemipenis juga bisa keluar, atau saat mati karena terbakar seperti yang ditemukan di Riau. “Saat ular mati terbakar, otot-otot hemipenis akan kontraksi sehingga hemipenisnya keluar,” jelas Amir.

Meski demikian, Amir tidak dapat mengidentifikasi jenis ular apakah itu, karena kondisinya yang sudah hangus terbakar. Editor

 

 sumber  :Kompas.com