fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

PWI Boltim Usulkan Habibie Jadi Bapak Pers Indonesia

Habibie Bapak Pers Indonesia

Ambangdotco, JAKARTA –Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Faruk Langaru, mengungkapkan, mendiang Presiden ketiga RI, BJ Habibie memiliki jasa besar terhadap dinamika pers di tanah air.

Kepada jurnalis Ambangdotco, Faruk mengaku, cukup kehilangan atas meninggalnya mendiang Habibie, di RSPAD, Jakarta, sekitar pukul 18.15 WIB, Rabu (11/09/2019). “Berkat beliau iklim pers di tanah air berlangsung kondusif di jaman transisi paska orde baru,” kata Faruk.

Bukti lain yang berhasil ditorehkan Habibie di masa pemerintahannya, yakni lahirnya Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Olehnya, Faruk bersama rekan-rekan PWI se-Indonesia bakal mengusulkan nama Habibie dijadikan sebagai tokoh pers Indonesia.

“Undang-Undang Pers lahir di jaman beliau sebagai presiden ketiga RI. Saya sependapat bila nama beliau diabadikan sebagai tokoh pers tanah air,” usul Faruk.

Lain halnya, dengan Wakil Ketua Habibie Center Dewi Fortuna Anwar mengungkapkan, almarhum Habibie merupakan sosok yang sangat egaliter dan jauh dari kesan feodal. Hal itu, kata Dewi, ditunjukkan dari sikap Habibie yang selalu membuka ruang dialog dan perdebatan.

“Saya sering sekali berdebat dengan beliau begitu. Tentang bermacam-macam isu dan beliau mendidik kami untuk tidak takut berdebat,” katanya saat dikutip Liputan6.com, Rabu (11/9).

Di mata Dewi, Habibie merupakan sosok yang tak pernah lemah untuk berjuang membangun Indonesia. “Membangun Indonesia yang SDM-nya maju, berkebudayaan tinggi, berperadaban tinggi, membangun Indonesia yang demokratis,” ungkapnya.

Dewi masih terngiang hingga sekarang pesan dari sosok yang ia anggap sebagai bapaknya itu. Menurutnya, pesan Habibie yang paling ia ingat ialah supaya tak mudah menyerah atau patah semangat.

Di samping itu, Habibie di mata Dewi juga bukan hanya sebagai Bapak Teknologi. Lebih dari itu, ia yang sudah sejak lama mengikuti jejak langkah sang ilmuwan kebanggaan Indonesia itu mengenal Habibie sebagai Bapak Demokrasi bagi Indonesia.

“Di belakang beliau dikenal sebagai Bapak Demokrasi. Dua hal ini, Bapak Teknologi, Bapak Demokrasi yang ingin memajukan Iptek, dan yang mengatakan kita harus berbudaya, harus religius dan ini saya kira penting sekali tetap pegangan,” pungkasnya. Editor