Nasional

Penyakit Mulut dan Kuku Meluas, Komisi IV DPR RI Desak Kementerian Pertanian

Ambang.coKomisi IV DPR RI mendesak Kementerian Pertanian mengambil langkah cepat dalam penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terus menyebar.

“Kalau masalah penyakit mulut dan kuku, mari kita tunggu dari Kementerian Pertanian,” kata anggota Komisi IV DPR RI, Riezky Aprilia pada Sabru (09/07/2022).

Politisi PDI Perjuangan itu, menilai, pihaknya menunggu langkah konkrit pemerintah, dalam pencegahan penyakit tersebut walau berkali-kali diperingatkan oleh DPR.

“Memang waktu itu, Komisi IV ke mendesak supaya penanganan ini segera. Tapi kan memang ada birokrasi dan mekanisme, terkait anggaran yang harus dituntaskan oleh kementerian pertanian,” ucapnya.

Rizky menyebutkan, salah satu kendala penanganan PMK tersebut tidak lepas dari ketersediaan anggaran di Kementerian Pertanian.

“Rapat 8 Juni, kami sudah mendesak dilanjutkan dan sampai pada akhirnya kami menunggu hari ini,” terangnya.

Adapun proses rilis anggaran yang sudah diajukan Kementerian Pertanian, saat ini menunggu persetujuan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan.

“Tapi kan sudah ada surat edaran Nomor 3 tahun 2022, terkait penanganan penyakit mulut dan kuku ini juga dikoordinasikan dengan BNPB,” sebutnya.

Hanya saja, DPR RI, lanjut dia, menyerahkan sepenuhnya penanganan PMK itu kepada Presiden Jokowi agar dikoordinasikan lintas sektoral.

“Jadi mungkin, sama presiden sudah menginstruksikan jajarannya, salah satunya BNPB dan Kementerian Pertanian juga, untuk berkoordinasi menyelesaikan terkait hal ini,” ujarnya.

Dia juga enggan berbicara banyak menyangkut penanganan penyakit ini, sebab DPR, kata dia merupakan mitra kerja pemerintah.

“Mari kita tunggulah, karena saya tidak mau berbicara banyak. Eksekusi kan ada di pemerintah, fungsi DPR-kan mengawasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, lanjut dia, DPR RI sebatas mengingatkan agar pemerintah tidak terlambat menangani penyebaran yang kian meluas.

“Jadi jangan sampai, kami hanya bisa mengingatkan supaya pemerintah tidak terlambat karena penyebarannya sudah luar biasa,” tandasnya.

 

Penulis: Iskandar Zulkarnain Ahmad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button