fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Nama Sehan Landjar Tembus Google Trending Indonesia

Nama Sehan Landjar Tembus Google Trending Indonesia

Ambangdotco, BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar mendadak tenar di kolom pencarian jagat maya tanah air.

Hal ini dipicu lantaran videonya tenar diberbagai media sosial, lantaran protes kerasnya terhadap kementerian sosial, terkait mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) belum lama ini.

Berdasarkan penelusuran redaksi Ambangdotco, nama Sehan Salim Landjar menempati ranking keenambelas dalam Google Trending Indonesia dengan jumlah pencarian sebanyak lima ribu lebih pencarian, pada Rabu (06/05/2020). Itu berkat, video viral aksinya membalas cibiran Bupati Lumajang, Propinsi Jawa Timur, menyangkut penyaluran BLT terkait pandemi covid-19.

BACA JUGA :

Tak ayal, aksi Sehan yang mendapat julukan sebagai bupati corona ini oleh warganet, menarik perhatian berbagai media mainstream di tanah air.

Dilansir dari detik.com, beredar video adu mulut antara Bupati Lumajang Thoriqul Haq vs Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar. Mereka adu mulut soal bantuan untuk masyarakat di tengah wabah Corona.

Video tersebut di-posting akun Twitter @sammir_essahbi. Dalam video tampak kedua bupati saling memojokkan satu sama lain.

Thoriq mengomentari sikap Bupati Boltim terhadap Menteri Sosial. Kritikan Thoriq diucapkan dan direkam saat ia memantau pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Desa Denok, yang bersumber dari dana desa.

“Program ini merupakan inovasi daerah untuk mengurangi beban masyarakat akibat pandemi COVID-19. Bupati Boltim ingat itu, kerja keras kita semua kerja. Soal ruwet memang ruwet. Kalau sekarang banyak masalah memang banyak masalah, diselesaikan,” kata Bupati Thoriq dalam video tersebut.

Thoriq meminta Bupati Boltim tidak menyalahkan menteri. Thoriq menduga Bupati Boltim tidak bisa mengurus bantuan dari pemerintah.

“Jangan menyalahkan menteri dan jangan membodohkan menteri. Jangan-jangan anda yang salah urus,” imbuhnya.

Thoriq kemudian menunjukkan data penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) di Lumajang. Ia mencontohkan ada KK yang terdampak dan belum terdata BLT DD, maka diganti dengan beras.

Pada menit selanjutnya, Bupati Boltim Sehan Salim Landjar membalas pernyataan dari Thoriq. Sehan tidak terima dengan sindiran yang dilayangkan Thoriq, tentang aksi mencak-mencaknya atas kisruh bantuan sosial.

Ia meminta Thoriq tidak asal bicara jika tak mengerti persoalan yang terjadi di Boltim. Sehan menjelaskan bagaimana rumitnya warga untuk mendapatkan dana bantuan sosial sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah.

Sehan mengatakan, warga diharuskan terlebih dahulu membuka rekening bank. Padahal jarak perkampungan dengan kantor bank cukup jauh. Warga harus mengeluarkan uang ratusan ribu hanya untuk pergi ke kota.

“Di situ kan di atas 12 persen miskinnya. Di Lumajang kan banyak peminta-minta, kalau kita kan tidak ada satu pun. Beda dong. Saya bicara regulasi. Yang kedua, dari Menteri Sosial itu rekrutnya gampang. Dalam surat edaran Menteri Sosial kita diberi kuota 4446. Kita rekrut gampang yang sulit itu untuk menerimakan dipersyaratkan harus membuka rekening,” katanya.

“Lha di situ saya protes. Rakyat terima Rp 600 ribu tapi rakyat harus keluarkan uang Rp 250 ribu sampai Rp 450 ribu. Pergi pulang ke bank Rp 200 ribu, buka rekening bank Rp 150 ribu, kalau dapat lagi ambil duitnya,” ujar Sehan.

Ia merasa tidak diperbolehkan memberikan bantuan beras kepada warganya dengan dana dari pemkab. Di sisi lain, warga tak kunjung menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Sehan kemudian merasa lucu dengan sikap Thoriq. Ia meminta Bupati Lumajang untuk mengurus rakyatnya.

“Jadi, saya justru sebenarnya lucu sama Bupati Lumajang. Urus aja tuh rakyat mu. Kalau dengan menteri biarkan saya berdebat dengan menteri supaya ada bantuan dari pusat, masa rakyat miskin keluar uang lebih dari separuh,” jelasnya. Nda

 

 

Sumber : detik.com