fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Kabut Asap Sebabkan Kualitas Udara Solok Selatan Memburuk

Kabut Asap

Ambangdotco, NASIONAL –Kabup asap menyebabkan kualitas udara di Kota Solok Selatan memburuk. Hal ini menyusul hasil uji dan analisis instansi terkait, bahwa udara di kota tersebut di bawah ambang baku mutu.

Demikian ditegaskan Sekretaris Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perumkin dan LH) Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat  Novi Hendrix di Padang Aro.

“Kabut asap makin tebal kami melakukan pengujian dan analisis kualitas udara dan hasilnya masih di bawah ambang baku mutu yaitu 22 mikrogram per meter kubik,” kata Novi Hendrix, Sabtu (14/04/2019), sebagaimana dilansir dari Antara.

Ia menilai apabila kualitas masih di bawah 50 mikrogram per meter kubik itu masih kategori belum berbahaya dan di Solok Selatan bari di angka 22 mikrogram permeter kubik.

“Memang ada kenaikan dari biasanya akibat kabut asap ini tetapi masih dalam kategori belum berbahaya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan alat pengukur kualitas udara ini, hanya satu unit makanya pihaknya melakukan pengujian secara bergantian di beberapa titik.

Untuk hari ini, katanya, pengujian dilakukan oleh petugas di lokasi wisata unggulan Saribu Rumah Gadang di Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. “Pengujian hari ini hasilnya baru bisa dilihat pada Senin,” ujarnya.

Dalam pengujian kualitas udara, kata dia,  pihaknya memakai ambang baku mutu parameter PM 10 dengan durasi waktu pengukuran 24 jam.

Ia mengatakan untuk pengujian analisis udara kali ini pihaknya fokus di tiga titik yaitu di Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu yang sedang dilaksanakan Timbulun Kecamatan Sangir sudah selesai dan Lubuak Malako Sangir Jujuan.

Selain itu katanya, apabila saat pengujian turun hujan pengujian tidak bisa dilanjutkan sehingga harus diulang lagi.

Walaupun kondisi udara masih di bawah ambang baku mutu tetapi melihat kondisi saat ini pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker kalau beraktivitas di luar ruangan.

“Sebagai bentuk kewaspada kita terhadap kesehatan sebaiknya menggunakan masker saat aktivitas diluar ruangan,” katanya.

Meski begitu, dia mengaku belum mengetahui dari daerah mana asal kabut asap ini tetapi memang sejak tiga hari terakhir mulai tebal. Kabut asap juga telah menyebabkan jarak pandang di Solok Selatan berkurang dari batas normal.

“Kabut asap kiriman hampir tiap tahun terjadi dan pada 2018, bersumber dari Riau tetapi untuk saat ini, belum diketahui dari mana sumbernya,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman mengatakan saat ini memang sudah terdeteksi adanya kekaburan udara akibat kabut asap dan pihaknya sudah menjalin koordinasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Perumkin dan LH untuk mencari tahu apakah kadar udara saat ini masih aman atau belum melewati ambang batas.

“Pihak LH sekarang sedang melakukan pengukuran kadar udara bersih dan hasilnya akan memberikan gambaran tindakan kesehatan yang akan kami ambil,” pungkasnya.

Dia mengingatkan masyarakat tetap waspada karena kabut asap bisa merusak kesehatan seperti sesak nafas atau ISPA, batuk dan penyakit lainnya. Editor