fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Rotasi AKD: Peluang Richie Singkirkan Jabir Dari Pimpinan DPRD Boltim

Rotasi AKD: Peluang Richie Singkirkan Jabir Dari Pimpinan DPRD Boltim

Ambangdotco, BOLTIM – Rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai menggelinding. Tak ayal, wacana rotasi AKD ini ikut merembes pada perubahan komposisi struktur AKD hingga pimpinan DPRD.

Teranyar, dari sumber terpercaya, menyebutkan, Richie Hadji Ali yang kini dipercayakan sebagai Ketua DPD Partai NasDem digadang-gadang bakal menggeser posisi Muhammad Jabir sebagai Wakil Ketua DPRD Boltim.

Menanggapi wacana rotasi pimpinan dewan ini, Wakil Ketua DPRD Boltim dari Fraksi NasDem, Muhammad Jabir mengaku belum mendengar keputusan partai terkait rotasi pimpinan dewan.

“Saya belum dengar tentang itu. Baiknya terkait mekanisme boleh konfirmasi langsung ke Ketua DPD (NasDem) Boltim,” sebut Jabir kala dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Kamis (17/09/2020).

BACA JUGA:

Jabir pun tak menampik akan tunduk pada kebijakan internal, bila instruksi partai besutan Surya Paloh itu menggeser posisinya sebagai pemilik DB 8 N di DPRD Boltim. “Tentu sebagai kader, (saya) menerima segala keputusan bila partai menginginkan seperti itu,” singkatnya.

Ketua Bappilu Partai NasDem Boltim, Oga Pontoh menegaskan, wacana menggeser Muhammad Jabir dari jabatannya sebagai pimpinan DPRD Boltim bukan konsumsi internal partai. Pengurus NasDem Boltim, hingga kini fokus menjaga kesolidan kader mengawal pesta demokrasi.

“Sejak SK pengurus terbit, sampai detik ini kami belum pernah bicarakan terkait dengan rotasi pimpinan dari fraksi NasDem. Kami fokus pembentukan struktur pengurus partai hingga ke pelosok desa,” ujarnya.

Serupa dengan Nasdem, Partai Golkar Boltim juga telah memiliki nahkoda baru. Rolia Mamonto kini dipercayakan sebagai Ketua DPD II Golkar Boltim. Rolia tentu punya alasan kuat, melakukan penyegaran internal dalam komposisi AKD sebagai perpanjangan tangan partai.

Dihubungi terpisah, Rolia yang juga anggota DPRD Boltim ini, mengaku, tak ingin gegabah menyikapi wacana rotasi AKD tersebut. Malahan, konsolidasi internal hingga penguatan struktur partai jelang hajatan politik, merupakan target utamanya semenjak terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Boltim.

“Saya belum menyikapi wacana rotasi AKD. Lebih penting, bagi saya adalah penguatan struktur serta konsolidasi internal menyambut Pemilihan Gubernur Sulut dan Pemilihan Bupati Boltim,” sebutnya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPRD Boltim, Ade Herly Mokoginta mengatakan, hingga kini belum ada surat masuk dari berbagai fraksi terkait usulan rotasi AKD.

“Sesuai aturan rotasi AKD ini berlaku per satu tahun. Memang dilihat dari siklusnya rotasi AKD sangat memungkinkan. Tapi semua tergantung usulan fraksi-fraksi di DPRD Boltim,” terangnya.

Sedangkan untuk usulan pergantian pimpinan DPRD, terang dia, selain usulan dari partai politik juga perlu mendapat rekomendasi dari Gubernur Sulut. Sementara siklus usulan pergantian pimpinan dewan minimal dua tahun setengah.

“Prosesnya memang harus diusul partai. Kemudian menunggu persetujuan dari pemerintah propinsi dalam hal ini adalah Gubernur. Ini pernah terjadi saat usulan dari partai golkar periode pimpinan dewan sebelumnya. Akan tetapi, harus 2,5 tahun usulan ini diperbolehkan sesuai aturan yang berlaku,” sebutanya.

Di pihak lain, Ketua DPRD Boltim, Fuad Landjar menegaskan, mekanisme usulan rotasi AKD adalah wewenang partai politik selaku pemilik kursi.

“Tugas saya hanya menjembatani aspirasi dan keinginan fraksi-fraksi di DPRD. Lagian saya juga belum menerima surat permohonan mereka, karena itu harus dibacakan dalam forum rapat paripurna,” tuturnya.

Fuad pun punya persepsi lain soal wacana rotasi AKD tersebut. Pasalnya, agenda tersebut dikuatirkan mengganggu fungsi – fungsi legislatf menjelang Pemilihan Bupati Boltim.

“Itu kan baru wacana saja. Tapi sebaiknya itu ditunda, karena bakal menguras energi legislatif dalam mengawal agenda-agenda kerakyatan maupun hajatan politik di muka,” pungkasnya. Nda