fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Pemekaran Boltim: Ihwal Kabupaten Bulawan Dan Peran Suhendro-Rusdi

Pemekaran Boltim: Peran Suhendro Hingga Cerita Rusdi Tentang Kabupaten Bulawan

Ambangdotco, BOLTIM – Pemekaran Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi sebuah daerah otonom baru, ternyata tidak lepas dari peran sosok Suhendro Boroma dan Rusdi Gumalangit.

Sebelum diduetkan menjadi kontestan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, kedua sosok ini ternyata pernah berkolaborasi dalam lintasan sejarah ihwal pemekaran Boltim dari wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow.

Itu terungkap lewat penuturan Rusdi Gumalangit, kala mengenang pengalamannya atas jerih payah pemekaran Boltim pada medio 2006 silam.

Kisah tersebut, Rusdi ceritakan kala ditemui jurnalis Ambangdotco di kediaman pribadinya Desa Moyongkota Baru, Kecamatan Modayag Barat, Senin (05/10/2020) malam.

Kepada jurnalis Ambangdotco, ihwal pemekaran wilayah yang dulunya bermula dari rapat kecil yang bermula dari kongkow-kongkow Rusdi bersama karibnya di Kecamatan Kotabunan.

“Seingat saya, awal Boltim menjadi sebuah kabupaten itu mula-mula calon nama daerahnya Kabupaten Bulawan. Sehingga dasar filosofis pemberian nama calon kabupaten ini, tidak lepas dari sejumlah wilayah Boltim yang dulunya hanya kecamatan Modayag dan Kotabunan kaya akan potensi tambang emas,” tutur Rusdi.

BACA JUGA;

Menurut Rusdi, sekeping kenangan yang masih ia rawat jelas dalam ingatannya, bermula dari pertemuan bersama sejumlah tokoh pemuda di Kecamatan Modayag saat ia aktif di organisasi kepemudaan KNPI Bolmong.

“Tempat yang kerap kami gunakan untuk pertemuan, rumahnya Rael Agow. Saat itu, Abang (sebutan Rael Agow) statusnya masih anggota DPRD Bolmong. Saya dan Nasrudin Mamonto (sangadi Pinonobatuan), serta Ketua KNPI saat itu Asripan Nani. Asripan punya andil lahirnya gagasan ini, karena beliau juga dulu ikut berjuang memekarkan Kabupaten Binadow (Bolaang Mongondow Utara),” sebut Papa Keken sapaan akrab Rusdi Gumalangit.

Singkat cerita, lanjut Rusdi, gagasan ini pun akhirnya ia ceritakan ke sahabat-sahabatnya di Kecamatan Kotabunan, seperti Agil Lamaluta, almarhum Zulkifli Lamaluta serta Zaenal Bahansubu.

Gayung pun bersambut, gagasan awal pemekaran Boltim pun direspon baik para tokoh pemuda Kotabunan.

“Kenangan ini sempat saya ingatkan juga kepada mendiang Zul Lamaluta dan Zaenal. Soal nama Kabupaten Bulawan juga mereka setujui, sebab dulu pernah tenar Namanya Bobbi Lapian yang sukses dengan usaha tambang emas pada masanya. Barulah gagasan itu kami utarakan ke Lexy Mamonto tokoh masyarakat Moyag. Pak Lexy juga sempat kasih bantuan ke teman-teman,” sebutnya.

Rusdi melanjutkan, ada kisah menarik, sekembalinya mereka usai melakukan pertemuan di Kotabunan. Lantaran kehabisan uang di tengah perjalanan pulang ke Modayag, ia terpaksa meminta bantuan ke temannya, Helmi Lasama yang kini menjadi Kepala Puskesmas Motongkad.

“Saat perjalanan pulang ke Modayag, kami sempat kehabisan uang. Kebetulan juga, saat itu saya masih aktif sebagai pegawai negeri di BKKBN, untung ada Helmi sempat saya mintai tolong jual alat KB ke warga Dodap,” kenang Rusdi sembari tertawa mengenang kisah itu.

Cerita Rusdi Gumalangit tentang jerih payah pemekaran Boltim ini pun ikut diaminkan Idris Damopolii. Sempat terlibat aktif dalam pergolakan pemekaran Boltim menjadi daerah otonom baru, Idris pun mengakui kepiawaian sosok Suhendro Boroma di belakang layar.

“Ka Edo (Suhendro Boroma) punya peran penting. Seingat saya dia pimpinan di Manado Post kala itu, banyak yang dia bantu entah lewat dana ataupun relasi jejaringnya. Saksi-saksinya masih ada sampai sekarang, misalnya Meydi Makalungsenge serta kawan-kawan lain. Ia tahu persis seperti apa keterlibatan Ka Edo,” tuturnya.

Olehnya, usai mendengar sekelumit kisah tentang para tokoh yang mempunyai jasa terhadap pemekaran. Idris mengusulkan rangkuman sejarah perlu dituangkan lewat buku dan bila perlu memberikan penghargaan kepada para tokoh pemekaran baik yang terlibat dalam presidium ataupun tidak.

“Makanya, perlu ada artefak sejarah lewat tulisan yang merangkum sejarah pemekaran daerah. Ini bentuk penghargaan terhadap para tokoh yang memiliki andil atas lahirnya Boltim. Kecil atau besar kontribusi mereka perlu dihargai lewat sejarah,” sentil Idris.

Perlu diketahui, dilansir dari Wikipedia, Kabupaten Bоlааng Mоngоndоw Tіmur (dіѕіngkаt Boltim) аdаlаh sebuah kаbuраtеn dі Provinsi Sulаwеѕі Utаrа, Indonesia dеngаn рuѕаt реmеrіntаhаn bеrlоkаѕі dі Tutuуаn.

Kаbuраtеn ini dіbеntuk bеrdаѕаrkаn Undаng-Undаng Nomor 29 Tаhun 2008 уаng mеruраkаn реmеkаrаn dаrі Kаbuраtеn Bоlааng Mongondow. Pеrеѕmіаn dilakukan оlеh Mеntеrі Dаlаm Negeri Mardiyanto dі Manado раdа hari Sеlаѕа, 30 Sерtеmbеr 2008. Nda