fbpx
Ambangdotco Ambangdotco Berita Terkini Bolmong Raya

Kiat Manjur Sehan Landjar Atasi Covid-19 di Diskusi Daring IRI

Kiat Manjur Sehan Landjar Atasi Covid-19 di Diskusi Daring IRI

Ambangdotco, BOLTIM – Bupati Sehan Landjar membeberkan keberhasilannya dalam mencegah covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), di hadapan tiga pemimpin daerah di Tanah Air, saat menjadi salah satu narasumber diskusi daring yang digelar The International Republican Institute (IRI), Senin (15/06/2020).

Dalam kesempatan itu, Sehan seakan tak membiarkan momen diskusi daring sebagai pentasnya dalam memberikan kiat-kiatnya menangani penyebaran virus corona di daerahnya.

Berikut ini tips-tips Sehan Landjar yang terbukti manjur menjadi Boltim sebagai salah satu Kawasan zona hijau penyebaran covid-19 di Indonesia, yang berhasil dikutip wartawan disela-sela kesempatan langka tersebut.

BACA JUGA : IRI Sandingkan Sehan Landjar dan Ganjar Pranowo Pembicara Forum Daring Nasional

Turun Langsung Edukasi ke Masyarakat

Sehan Landjar dalam mengaku, hingga kini daerahnya sukses menghambat laju penyebaran corona selang 21 hari terhitung media Maret 2020 silam. Hal ini dipicu kepeduliannya dengan mewajibkan masyarakat Boltim berdiam diri di rumah.

“Saya selama 21 hari terjun langsung memberi edukasi ke masyarakat hingga pelosok desa terpencil hingga larut malam. Hasilnya, msayarakat lebih memilih anjuran berdiam diri di rumah ketimbang keluar daerah,” aku Eyang sapaan Sehan Landjar.

Menyiapkan Sembako Berkualitas Bagi Masyarakat

Langkah berikut yang ditempuhnya, lanjut Eyang, berupa pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak covid-19, dengan ketersediaan kebutuhan pokok seperti, beras, ikan kaleng, minyak goreng hingga gula selama masa pandemi berlangsung.

Bupati menyampaikan untuk mengatasi Covid-19, pertama yang ia sampaikan adalah menjelaskan apa itu virus corona, bagaimana cara kerja dan ancaman apa yang akan terjadi. Bukan juga soal kematian yang ditakuti, melainkan bela negara. Karena dampak dari virus corona sangat berpengaruh atas keuangan negara dan itu sekarang terjadi.

“Virus corona ini dampaknya luar biasa bagi daerah-daerah seperti Boltim. Imbasnya seperti dana transfer yang terpotong 50 persen oleh pemerintah pusat. Sehingga itu, saya tak main-main agar masyarakat saya manut dengan anjuran pemerintah berdiam diri di rumah. Salah satunya, penyiapan bahan pokok yang dibutuhkan selama pandemic dan didukung dengan anggaran yang memadai,” bebernya.

Penyaluran BLT Desa Tepat Sasaran

Sehan juga menegaskan sudah memerintahkan pemerintah desa melakukan pendataan bagi warga Boltim yang dianggap layak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga warga di perantauan yang ditanggung lewat Dana Desa.

“Mereka menjadi tanggung jawab pemerintah daerah selama berada di luar daerah. Saya minta Sangadi agar memasukkan mereka sebagai penerima lewat mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT),” ungkap Eyang.

Menurut dia, nominal bantuan yang akan diberikan nilainya sama dengan penerima BLT jalur umum. Hanya saja, beban anggarannya ditanggung lewat Dana Desa.

“Jumlahnya sama yakni sebesar Rp600 ribu disalurkan selama tiga bulan lewat dana desa. Saya wajib menyantuni mereka, hak mereka tetap dapat, karena mereka tidak bisa pulang. Kasihan bertahan hidup di luar daerah selama pandemi Covid-19,” sebutnya.

Uniknya lagi, Eyang juga melibatkan warung kelontong sebagai agen penyaluran BLT Desa.

“Saya dapati uang Rp600 ribu itu hanya dipergunakan untuk beli pulsa, baju atau  kebutuhan sekunder warga. Jadi jangan heran pemanfaatan BLT ini tak lagi tepat, apalagi situasi penyalurannya berpapasan hari raya. Makanya, tahap dua ini kita rubah sistemnya,” sebutnya.

Pada kesempatan itu juga, Eyang disesi akhir diskusi daring memberikan wejangannya, kepada aktifis The International Republican Institute (IRI), yang berpusat Washington DC Amerika Serikat ini.

“Jangan pikirkan apa yang bisa kita raih. Namun pikirkan apa yang bisa kita kasih. Jika kita sudah kasih, maka kita akan meraih atas apa yang kita peroleh,” imbuhnya.

Perlu diketahui, diskusi daring ini membahas isu seputar pandemi corona dengan mengangkat tema Strategi Pemerintah Daerah (Pemda) Dalam Menangani Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Selain Bupati Boltim, Sehan Landjar, ikut jadi pembicara seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Soppeng Sulawesi Selatan Kaswadi Razak serta Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie. Nda