Dahlan Iskan Sebut Suhendro Boroma Layak Pimpin Boltim

Alasan Dahlan Iskan Sebut Suhendro Boroma Layak Pimpin Boltim

Ambangdotco, BOLTIM – Dahlan Iskan mantan CEO Jawa Pos Grup menilai sosok Suhendro Boroma, merupakan pilihan tepat dalam memimpin Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Pernyataan Dahlan Iskan ini bukan tanpa alasan. Mantan Direktur Utama PLN medio 2009 lalu, menyatakan, memilih Suhendro Boroma yang berpasangan dengan Rusdi Gumalangit, solusi terbaik untuk membangun Boltim yang lebih baik. 

“Saya bangga, rakyat di Bolaang Mongondow Timur, tahu bagaimana mencari pemimpin yang baik untuk mengembangkan daerah ini,” kata Dahlan dikutip dari video berdurasi 1 menit yang diunggah di media sosial facebook, baru-baru ini.

BACA JUGA:

Dahlan Iskan menilai, pengalaman manajerial dan leadership yang dipunyai Suhendro Boroma merupakal bekal penting dirinya dalam membangun daerah kedepan.

“Saya pernah ke daerah ini, saya tahu siapa beliau. Beliau punya kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang luar biasa. Saya tahu persis, karena pernah bersama-sama memimpin perusahaan yang sangat besar di negara ini,” ucapnya.

Testimoni berikut, ikut ulas Max Siso, tokoh masyarakat Nusa Utara kenamaan bumi nyiur melambai belum lama ini. Max menceritakan pengalaman dirinya bersama Suhendro Boroma di masa Orde Baru silam.

“Saya dulu suka mengkritik pemerintahan orde baru. Dulu, tidak banyak media cetak di Sulut. Suhendro saat itu menjabat sebagai pemimpin redaksi Manado Post. Kritikan saya kerap dimuat, walau koran ini harus berseberangan dengan pemerintah saat itu,” tutur Max Siso.

Inisiator Jihadis Madani Sulut ini menitipkan pesannya kepada masyarakat Nusa Utara yang ada di Boltim untuk bersama-sama berjuang memenangkan pasangan Suhendro-Rusdi dalam Pilkada Boltim.

“Saya titip Suhendro kepada masyarakat Nusa Utara di sini. Beliau pekerja keras dan mampu membangun daerah lebih baik. Harapan saya, bila beliau terpilih ini adalah kemenangan semua pihak demi kebaikan daerah,” imbuhnya.

Hamdi Paputungan juga punya pandangan serupa. Dua kali pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Sulut, Hamdi mengatakan, pengalaman Hendro semasa menjadi komisioner KPU Sulut punya andil besar dalam pemilihan kepala daerah langsung.

“Dia banyak andil, apalagi pada 2005 silam saat pemilihan kepala daerah langsung perdana diselenggarakan. Sulut merupakan daerah pertama dan perdana menggelar pemilihan langsung. Soal mekanisme tahapan pilkada dia tahu persis, jangan heran sosialisasinya tidak pernah menyinggung atau menjatuhkan pihak manapun,” terang Hamdi.

Hal serupa juga, turut diutarakan Syarkawi Modeong. Mantan anggota DPRD Bolaang Mongondow itu, tak menampik, kiprah Suhendro saat terlibat dalam pemekaran Boltim sebagai daerah otonom baru belasan tahun silam.

“Jaringan yang dia punya sangat luas. Baik itu skala lokal, regional hingga nasional. Saya tidak ragu saat itu, pemekaran daerah berjalan mulus. Buktinya, pada 2008 baik Boltim dan Bolsel dimekarkan sama-sama. Itu ada peran Suhendro dibalik semuanya,” pungkas tokoh pemekaran Boltim itu. Nda