Satu Bocah Boltim Diduga Terpapar Virus Corona

Bocah Boltim Terpapar Virus Corona

Ambangdotco, BOLTIM – Satu warga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) disinyalir terpapar suspek virus corona atau Convid-19. Pun demikian, pemerintah daerah setempat enggan membeberkan data pasien yang terindikasi virus tersebut. 

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim, Eko Marsidi, kala ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/03/2020).

“Pasien saat ini dalam pengawasan intensif tim dinas kesehatan. Saat ini tim surveilans tengah mendeteksi siapa – siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien,” terang Eko.

Eko menceritakan, ihwal kenapa pasien diduga terpapar disebabkan kontak fisik dengan salah satu wisatawan yang berkebangsaan Tiongkok pada Rabu (04/03/2020).

“Ini baru data diduga berdasarkan data surveilans saat wawancara terhadap orang tua dan masyarakat saat menyaksikan kejadian itu. Anak ini dipeluk, dipegang oleh orang asing berbangsa China yang kebetulan singgah di lokasi dan kemudian foto-foto,” beber Eko.

Kemudian, lanjut Eko, pada Sabtu (07/03/2020) suhu badan korban mengalami  panas yang dicurigai sebagai gejala corona. “Dua hari kemudian, pasien sakit dengansuhu tubuh mencapai 37 derajat celcius. Indikasi awal baru sebatas ISPA. Cuma karena ada kontak dengan orang asing, maka kita waspadai. Mudah-mudahan tidak,” sentil dia.

Kendati begitu, Eko mamastikan, pihaknya akan menyeriusi dugaan penyebaran suspek corona di Boltim. Dia mengatakan, Tim Antisipasi Corona sudah dibentuk dan menunggu SK Bupati.

“Sejak januari ini sudah kita antisipasi. Boltim saat ini siaga virus corona. SK Tim segera ditandatangani bupati,” tuturnya.

Lanjutnya lagi, pihaknya sangat siap mengatasi penyebaran convid-19 di daerah itu. Kesiapan itu dilakukan secara berjenjang hingga ke Puskesmas yang tersebar di Boltim.

“Tim survelains kita gerakkan. Seluruh sumberdaya kita kerahkan mengantispasi dampak yang terjadi. Kita bekerjasama dengan seluruh rumah sakit bila gejala ini meluas di masyarakat,” tukasnya.

Hanya saja, Eko mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik dengan kejadian ini. Pihaknya juga, tengah memantau perkembangan kondisi pasien.

“Saya harap masyarakat tidak panik. Pemerintah lewat koordinasi lintas sektor akan berupaya maksimal menangani situasi ini,” pungkasnya. Nda