Ratusan Guru Kontrak di 86 Sekolah se-Boltim Diberhentikan

Pemberhentian Guru Honorer

Ambangdotco, BOLTIM – Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akhirnya resmi merumahkan 100 guru kontrak yang tersebar pada 86 sekolah setingkat SMP dan SD di daerah itu.

Berdasarkan data yang dihimpun jurnalis Ambangdotco, sebagian besar kontrak kerja para omar bakrie ini banyak didominasi guru mata pelajaran.  Ini juga ikut diperkuat dengan surat pemberhentian kontrak dengan nomor:D.01/Dikbud/0/1/2020 tertanggal 06 Januari 2020,  tentang pemberintahuan pemberhentian guru honorer dan kontrak mulai 7 Januari 2020.

Surat edaran Dikbud Boltim tentang pemberhentian 100 guru kontrak dan guru honorer daerah.

Dalam surat yang ditandatangani Kepala Dikbud Boltim Yusri Damopolii dan dialamatkan kepada seluruh guru honorer daerah dan guru kontrak  tersebut, menyebutkan, masa tugas mereka berakhir pada 31 Desember 2019.

BACA JUGA : Pengambilan Kartu Ujian CPNS Boltim Dijadwalkan Bulan Ini

Menurut Yusri Damopolii, terkait 100 tenaga kontrak yang telah diberhentikan ini tetap terbayarkan gaji mereka.

“Sistem penerimaan gaji akan tetap dibayarkan. Tetapi, untuk keputusan lanjut atau tidaknya tenaga kontrak ditentukan Bupati,” sebut Yusri kepada sejumlah jurnalis, Senin (06/01/2020).

Itu artinya, pemberhentian 100 guru kontrak tersebut sekitar 28 SMP dan 56 guru agama di SD kehilangan guru mata pelajaran.

Di sisi lain, ihwal pemberhentian para guru honorer daerah serta guru kontrak itu mencuat lewat luapan kekesalan Bupati Sehan Landjar kala apel perdana di teras Pemkab Boltim, Senin (06/01/2020) tadi pagi.

Sehan dibuat geram oleh ulah oknum yang mengirim surat terbuka kepada dirinya lewat media social facebook dan menyinggung soal gaji tenaga kontrak yang belum dibayarkan pada bulan desember.

Dikutip Sehan, dalam surat terbuka tersebut, si penulis mengibaratkan dirinya seperti direktur di jepang yang akan bunuh diri karena terlambat membayar gaji karyawan.

Dan menganggap pemerintah tidak akan membayar gaji para guru kontrak di Boltim, padahal hal itu hanya penundaan karena sistem keuangan.

“Dia mengandaikan saya lebih buruk dari orang yang tidak beragama, katanya saya tidak tahu malu karena tidak membayar, padahal bukan tidak bayar, karena semuanya ditunda karena sistem keungan daerah,” sentil Bupati.

Tak pelak, Ia pun langsung mengintruksikan pemberhentian 100 guru tenaga kontrak dan menyinggung para guru kontrak yang tidak bisa menjaga dan menyimpan rahasia negara. Nda