Nasional

Ibadah Haji 2022, Kemenag RI Catat 28 Jemaah Wafat

Ambang.co – Pelaksanaan ibadah haji 2022 atau 1443 Hijriah, kini memasuki hari ke-36 pada Sabtu, 9 Juli 2022 atau bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah 1443 Hijriah. Itu artinya, di Arab Saudi merupakan bagian dari puncak pelaksanaan ibadah haji 2022.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Biro HDI Kementerian Agama RI, Wawan Djunaedi, mengatakan, saat ini seluruh jemaah haji dari berbagai penjuru dunia sedang berada di Mina untuk melakukan mabit.

“Setelah sebelumnya melaksanakan wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah. Jemaah yang mengambil nafar awal, akan mabit di mina sampai dengan tanggal 12 Dzulhijah,” kata Wawan dalam siaran pers, Sabtu (09/07/2022).

Sementara jemaah yang mengambil nafar tsani, lanjut Wawan, akan mabit di Mina sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah nanti.

Terkait data jemaah sakit dan wafat, menurut Wawan, jemaah sakit sebanyak 152 jemaah haji dan 140 orang dirawat di klinik kesehatan haji Indonesia Mekkah dan 27 orang dirawat di rumah sakit Arab Saudi Al Nur Mekkah.

“Jemaah wafat sampai saat ini, sebanyak 28 jemaah. Pemerintah menegaskan kembali, bahwa seluruh jemaah sakit telah disafariwukufkan dan seluruh jemaah wafat sebelum wukuf di Arafah telah dibadal hajikan,” ungkapnya.

Tambahnya lagi, kondisi cuaca di Mina dan sekitarnya sampai saat ini dilaporkan rata-rata suhu tertinggi 42 derajat celcius.

“Kami tetap menghimbau kepada jemaah haji Indonesia, jangan menunggu haus untuk minum. Tetap selalu memakai masker, ketika berkumpul di ruangan maupun ketika berada di Mina,” terangnya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat agar mendokan semoga pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini, berjalan dengan baik lancar dan tertib. “Semoga seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan predikat haji mabrur,” harapnya.

Ia pun mengimbau, agar pelaksanaan melontar jumroh yang akan dilaksanakan oleh jemaah haji Indonesia akan berlangsung mulai malam dini hari ketika memasuki tanggal 11 Dzulhijah.

“Jemaah kami himbau agar melontar sesuai waktu dan jalur sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan sesuai kloternya masing-masing. Menghindari melontar pada saat cuaca yang berlebih, tidak melontar dengan berdesak-desakan, jemaah dengan resiko kesehatan tinggi agar mewakilkan lontar jumrohnya,” imbuhnya.

Jemaah ibadah haji juga kembali diingatkan, selalu mengingat rombongannya masing-masing dan membawa air minum serta mengenakan alas kaki.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia berharap agar jemaah haji lebih baik dan lebih bijak serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan masing-masing sehingga pelaksanaan lontar jumroh, sebagaimana wajib haji dapat terlaksana dengan aman dan tertib.

Tak hanya itu, selama mabit di Mina, pemerintah Indonesia juga menyediakan layanan tenda klinik kesehatan haji Indonesia, untuk memberikan layanan kesehatan tanpa alat bagi jemaah yang sakit.

Sedangkan, bagi jemaah ibadah haji sakit yang membutuhkan layanan rawat inap, akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi di Al Mina Al Wahdy dan Rumah Sakit Arab Saudi Mina Al Jiser.

“Kami menghimbau kepada jemaah yang memiliki keluhan dan gangguan kesehatan untuk segera mendatangi tenda klinik kesehatan, agar dapat mendapatkan penanganan sedini mungkin,” pungkasnya.

 

Penulis: Iskandar Zulkarnain Ahmad

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button