Boltim

Tiga Korban Kebakaran di Boltim Segera Terima Bantuan Mahyani

Ambangdotco, BOLTIM– Derita korban kebakaran di Desa Dodap, Kecamatan Tutuyan dan Desa Tobongon, Kecamatan Modayag belum lama ini bakal berkurang berkurang. Pasalnya, Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) lewat Dinas Sosial, telah menyanggupi penyaluran sejumlah bantuan terhadap korban kebakaran.

Baca Juga : https://ambang.co/patroli-m/si-jago-merah-beraksi-satu-rumah-di-dodap-rata-tanah

Baca Juga : https://ambang.co/patroli-m/kebakaran-di-tobongon-tewaskan-balita-9-bulan

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Sosial Boltim, Rudi Malah, saat bersua dengan jurnalis Ambangdotco, Selasa (20/08/2019). “Memang perhatian terhadap korban kebakaran belum jadi prioritas. Tetapi, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin meringankan derita para korban, lewat bantuan-bantuan yang nantinya akan mengurangi beban mereka yang kehilangan harta bendanya,” terangnya.

Rudi mengatakan, santunan bantuan ini beruparumah layak huni (Mahyani) yang diberikan tiga kepala keluarga yang rumahnya habis dilahap api. “Bantuan ini akan ditanggung pemerintah lewat renovasi bantuan rumah layak huni. Ketiga keluarga ini otomatis kita santuni dengan program tersebut,” kata Rudi.

Baca Juga : https://ambang.co/boltim/rusdi-salurkan-bantuan-terhadap-korban-kebakaran-di-tobongon

Ia mengaku, meski tidak memuaskan kebutuhan para korban kebakaran, tetapi pihaknya berupaya ketiga korban kebakaran ini dapat terakomodir lewat program mahyani tersebut. “Pendataan terhadap ketiga korban kebakaran di Dodap maupun di Tobongon sudah kita lakukan. Tinggal nama-nama mereka akan kita ikutsertakan sebagai peserta Mahyani,” tuturnya.

Sebelumnya, ungkap Rudi, berdasarkan informasi yang dia peroleh di lapangan, salah satu korban kebakaran di Desa Tobongon, pernah menerima bantuan rumah layak huni dari pemerintah daerah. “Dari tiga korban ini, satunya lagi sudah terdaftar sebagai penerima program yang sama dari Dinas Sosial,” ungkapnya.

Kendati demikian, tambah Rudi, untuk tahap awal atau proyek percontohan, pihaknya akan membangun satu unit rumah korban kebakaran. Satu unit berlokasi di Desa Dodap dengan nilai berkisar Rp 30 juta. “Tahun ini, baru korban di Desa Dodap yang lebih dulu kita sentuh dengan program rumah layak huni. Kemudian, pada tahun berikut dua korban yang ada di Desa Tobongon, akan segera kita bangun dengan anggaran yang sama, masing-masing bernilai RP30 juta,” pungkasnya.

Diketahui, insiden kebakaran secara beruntun terjadi pada pertengahan Agustus ini. Sedikitnya, tiga kepala keluarga menjadi korban serta harta benda ludes terbakar akibat aksi si jago merah lalu.

Tragisnya lagi, selain menyebabkan kerugian material senilai ratusan juta rupiah, satu balita berumur sembilan bulan di Desa Tobongon, tewas terpanggang akibat insiden yang disebabkan arus pendek aliran listrik. Nda

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button